Rabu, 21 Januari 2009

kado

Saat kita dapet kado dari temen, biasanya nggak ada prasangka buruk dengan isinya. Walau bungkusannya terkesan kucel, asal-asalan, bahkan terkategori norak, kita tetep pengen tahu dalemannya. Kalopun ternyata nggak seperti yang diharapkan, kita tetep bilang makasih dan akan mencari sisi positif isi kado itu. Kita yakin dan percaya kalo sang teman nggak asal-asalan ngasih kado ke kita. Pasti ada gunanya. Nggak sekarang, mungkin nanti.

Teman, sohib, atau sahabat, adalah ’kado’ yang Allah berikan untuk kita. Kado itu bisa datang dengan penampilan luar yang nggak nyaman dilihat. Dandanannya asal pake, perilakunya urakan, ngomongnya juga asal bunyi. Kado itu juga bisa datang dengan penampilan luar yang eye catching. Dandanannya rapi jali, cara bicaranya sopan, dan lebih bisa jaga diri. Kalo udah gini, gampangnya kita suka menilai isi ’kado’ itu dari penampilan luarnya.

Padahal kita belum tau daleman masing-masing kado itu. Kalo kita bisa positif thiniking dengan kado dari teman, nggak ada salahnya melakukan hal yang sama terhadap ’kado’ dari Allah. Nggak merasa risih dengan bungkusnya, berusaha mengenali isinya, dan pantang menyerah mencari sisi baiknya. Setiap teman pasti punya kelebihan dan kekurangan. Nggak ada yang sempurna atau yang cacat semuanya. Kado-kado itu Allah berikan untuk menutupi kekurangan diri kita.

Karena itu, bersyukurlah karena kita masih punya teman dan masih ada yang mau berteman dengan kita. Buka mata dan hati kita untuk berteman dengan siap aja. Dan buka pikiran kita ketika pengaruh teman ngasih dampak buruk pada diri kita. Sebab teman yang baik akan mengajak kita untuk taat, bukan bermaksiat.

Tukang Kayu Dan Rumahnya

Seorang tukang kayu yang sudah lanjut usia tua pengen pensiun dari kerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Walau harus kehilangan penghasilan bulanan untuk menghidupi keluarganya, keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah, ingin beristirahat, dan menikmati sisa hari tuanya bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan ngerasa sedih harus kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Sebagai permintaan terakhir, pemilik perusaan itu minta dibuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu itu menyetujui permintaan pribadi majikannya dengan terpaksa karena udah pengen segera berhenti. Walhasil, kerjanya jadi setengah hati. Dengan perasaan malas dan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Udah gitu, ia juga pake bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah. Akhirnya beres juga rumah yang diminta walau kualitasnya kurang memuaskan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia ngasih sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu. Hadiah dari kami.”, katanya. Betapa kagetnya si tukang kayu. Rasa malu dan menyesal menghinggapi dirinya. Kalo saja ia tahu bahwa rumah yang dibangunnya itu untuk dirinya, pasti bakal dikerahkan segala daya upayanya untuk ngasih yang terbaik. Tapi apa mau dikata, kini ia mesti tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Pren, kaya gitulah gambaran kehidupan kita. Terkadang kita bingung, untuk apa apa hidup ini. Dalam kebingungan, kita lebih milih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik untuk mengisi hidup. Bahkan untuk urusan ibadah dan ketaatan kepada Allah swt pun kita anggap rutinitas. Pada akhir perjalanan kita dibuat kaget saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Allah swt berfirman:

Tulisan Di Atas Pasir

Di pesisir sebuah pantai, keliatan dua anak lagi asyik main. Berlari sana-sini sambil ketawa-ketiwi-ketuwu. Tiba-tiba, mereka bertengkar. Dan salah seorang anak yang badannya lebih gede memukul wajah temannya. Anak yang dipukul langsung diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: “Hari ini temanku telah memukul aku!!!”

Teman yang badannya lebih besar jadi ngerasa bersalah. Tapi enggan minta maaf. Setelah saling diam, nggak lama kemudian mereka main bareng lagi. Pas asyik kejar-kejaran, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lobang perangkap untuk menangkap binatang “Aduh…. Tolong….Tolong!” ia berteriak minta tolong.

Temannya segera melongok ke dalam lobang dan berseru “Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu”. Segera anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak, “Teman, Aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan ku lemparkan ke kamu, tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang”. Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itupun berhasil dikeluarkan dari lubang. Phew! Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, “Terima kasih, sobat!”. Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu “Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku”.

Temannya yang diam-diam ngikutin dari belakang bertanya keheranan, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?” Anak yang di pukul itu menjawab, “aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak. Dan aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat”.

DO'A SANG JUARA

Setelah melewati babak penyisihan yang ketat dalam sebuah kompetisi mobil balap mainan, Mark berhasil masuk final. Dibanding 3 finalis lainnya, mobil Mark yang paling nggak keren. Nggak heran kalo finalis lainnya menyangsikan mobil Mark bisa menandingi kecepatan mobil mereka. Tapi Mark tetep pede dan yakin dengan mobil buah karya tangannya sendiri.

Tepat sebelum babak final di mulai, Mark minta izin untuk berdoa. Dengan mata terpejam dan kedua telapak tangan saling berpelukan, Mark tampak berkomat-kamit. Semenit kemudian, Mark berkata, “Ya. Aku siap!”. Lomba pun segera di mulai. Dor!

Dengan hentakan kuat, tampak keempat finalis mendorong mobilnya sekuat mungkin menelusuri sirkuit berbentuk lingkaran. Masing-masing ngotot untuk sampai di garis finish. Dan… Mark-lah orang pertama yang menyentuh garis Finish. Penonton pun bersorak. Begitu juga dengan Mark. Sesaat kemudian, tampak Mark kembali memanjatkan doa. “Terima kasih”.

Saat pembagian Piala, Mark segera naik ke Podium. Sebelum menerima piala, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan. Tadi kamu berdo’a supaya menang bukan?”. Mark terdiam sesaat, “bukan itu yang aku panjatkan”. Ia melanjutkan, “Sepertinya tak adil meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku hanya berdoa pada Tuhan, agar aku tidak menangis jika aku kalah”. Para hadirin terdiam sesaat sebelum memberikan applause tuk Mark. Plok…plok…plok…!

Pren, berdoalah agar Allah swt menaungi langkah-langkah kita dalam menjalani hidup. Bukan untuk menghilangkan masalah hidup yang kita hadapi. Karena kita bukan pecundang yang lari sebelum bertarung. Kita adalah ksatria yang siap hadapi resiko apapun ketika berusaha tetep istiqomah ikutin aturan hidup Islam. Dan dibalik setiap masalah yang kita hadapi, ada door prize yang menjadikan kita dewasa.

Paku

Tesebutlah seorang anak yang doyan ngomel bin marah-marah. Emosinya gampang sekali terpancing. Ayahnya risau juga ngeliat perilaku anaknya. Biar nggak keterusan, si ayah ngasih sekantong paku dan palu. Dia minta anaknya untuk memakukan paku di pagar kayu belakang rumah setiap kali marah. Biar ada penyalurannya.

Hari pertama, hasilnya mulai keliatan. Si anak udah memalu 50 paku. Kebayang nggak sih, dalam satu hari aja emosinya sampe nongol ke permukaan sebanyak 50 kali. Lama kelamaan, paku yang dipalu makin berkurang. Si anak ngerasa, mendingan nahan amarah daripada mesti memalu paku di pagar. Udah mah perlu tenaga, resikonya jari bisa kena palu. Wadaw!

Akhirnya si anak sampai pada hari dimana tidak ada paku yang dia palu ke pagar kayu. Itu berarti dia udah berhasil meredam emosinya setiap kali marah. Dia sampaikan berita baik ini kepada ayahnya. Sang ayah seneng banget dengernya. Terus, beliau minta anaknya untuk mencabut paku yang udah dia palu setiap kali dia bisa tahan emosinya. Phew!

Hari-hari berlalu. Akhirnya si anak berhasil mencabut semua paku, terus ngasih tau ayahnya. Lalu mereka berdua menuju pagar kayu di belakang rumah. “kamu berhasil anakku. Tapi, coba lihat deh, lubang-lubang paku itu bikin pagar kayu nggak sama seperti semula. Saat kamu marah, terus nyolot dan mencak-mencak, kata-katamu akan membekas seperti lubang ini…. di hati orang lain. Nggak peduli berapa kali kamu meminta maaf, seperti saat mencabut paku, lubang itu tetap ada. Dan luka karena kata-kata sama buruknya dengan luka fisik”

Cangkir Yang Cantik

ni curhat sebuah cangkir cantik yang jadi primadona etalase di toko suvenir. Doi bilang, “tau gak sih lo, dulu aku gak cantik. Boro-boro cantik dan dikagumi, orang ngelirik aja ogah. Ya, dulu aku hanyalah seonggok tanah liat yang tak bermanfaat.”

Suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Terus ia mulai memutar-mutar aku. Kebayang gak sih, pusing banget tahu. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Eh, dia malah bilang, “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi dia masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Nasib…nasib!

Penderitaanku belum berakhir. Malah tambah parah. Dia memasukkanku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi dia bilang “belum !”. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Phew, akhirnya!

Kirain udah beres, ternyata belum. Setelah dingin aku dikasih pada seorang wanita muda (huhuy!) dan dan ia mulai mewarnai aku. Tapi, asapnya itu lho, nyesek banget. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu bilang “belum!” Lalu ia ngasih aku pada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik (huhuy lagi) mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Eits!..siapa tuh? Ini pasti mimpi. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik dan mempesona. Pangling banget bo! Hmm.. rupanya, semua penderitaanku yang lalu lumayan dibayar mahal oleh mereka”. Gitu ceritanya.

Kura-Kura dan Kelinci

Di suatu masa disuatu dimensi, kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat. Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya.Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi, “Ah,gue istirahat dulu, ntar kalo si kura-kura dah deket baru gue lari lagi.”. Kelinci duduk di bawah pohon (ga di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules.

Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu lari.

Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.

Moral : alon-alon asal kelakon yang akan berjaya

Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan (Root Cause Analysis).

Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri, ceroboh dan lalai. “Kalo kemaren gue ga macem-macem, ga mungkin gue kalah” pikir kelinci.

Ditantangnya lg si kura-kura, “Hei kura-kura, sini loe… Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue yang menang” .

Si kura-kura nyante aja ngejawab, “hayyuukk, siapa takut?”

Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish.beneran juga, kelinci yang menang.

Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yang alon-alon asal kelakon .

Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar kalo dia ga bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu.

Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke suatu tempat. “Hei kelinci, ayo kita lomba lagi.

Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Berani ga loe?”

Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karena dah yakin dia yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang.

Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura.

“Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang.” pikir kelinci.

Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. “Duh, gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi” termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai.

Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyebur berenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish.

Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.

Moral : ketahuilah…jikalau punya kemampuan dan ubah keadaan sesuai kemampuan yang kita punya

Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan bilang,”dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng-bareng.”

Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish.

Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.

Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yang lainnya .

Macam cara Pemberian Obat

Dalam mengkonsumsi obat, ditemukan banyak cara yang dapat dilakukan tergantung dari resep, dosis dan anjuran dokter. Berikut ini adalah beberapa cara pemberian obat, diantaranaya adalah :

Oral

Adalah obat yang cara pemberiannya melalui mulut. Untuk cara pemberian obat ini relatif aman, praktis dan ekonomis. Kelemahan dari pemberian obat secara oral adalah efek yang tibul biasanya lambat, tidak efektif jika pengguna sering muntah-muntah, diare, tidak sabar, tidak kooperatif, kurang disukai jika rasanya pahit (rasa jadi tidak enak),

Sublingual

Adalah obat yang cara pemberiannya ditaruh di bawah lidah. Tujuannya adalah agar efek yang ditimbulkan bisa lebih cepat karena pembuluh darah di bawah lidah merupakan pusat dari sakit. Kelebihan dari cara pemberian obat dengan sublingual adalah efek obat akan terasa lebih cepat dan kerusakan obat pada saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari.

Inhalasi

Adalah obat yang cara pemberiannya dengan cara disemprotkan ke dalam mulut. Kelebihan dari pemberian obat dengan cara inhalasi adalah absorpsi terjadi cepat dan homogen, kadar obat dapat terkontrol, terhindar dari efek lintas pertama dan dapat diberikan langsung kepada bronkus. Untuk obat yang diberikan dengan cara inhalasi ini obat yang dalam keadaan gas atau uap yang akan diabsorpsi akan sangat cepat bergerak melalui alveoli paru-paru serta membran mukosa pada saluran pernapasan.

Rektal

Adalah obat yang cara pemberiannya melalui dubur atau anus. Maksudnya adalah mempercepat kerja obat serta bersifat lokal dan sistematik.

Pervaginam

Untuk obat ini bentuknya hampir sama atau menyerupai obat yang diberikan secara rektal, hanya saja dimasukan ke dalam vagina.

Parenteral

Adalah obat yang cara pemberiaannya tanpa melalui mulut (tanpa melalui saluran pencernaan) tetapi langsung ke pembuluh darah. Misalnya sediaan injeksi atau suntikan. Tujuannya adalah agar dapat langsung menuju sasara. Kelebihannya bisa untuk pasien yang tidak sadar, sering muntah dan tidak kooperatif. Akan tetapi cara pemberian obat dengan cara ini kurang aman karena jika sudah disuntikan ke dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan lagi jika terjadi kesalahan.

Topikal/lokal

Adalah obat yang cara pemberiannya bersifat lokal, misalnya tetes mata, salep, tetes telinga dan lain-lain.

Macam-Macam Obat dan Tujuan Penggunaannya

Dalam penggunaannya, obat mempunyai berbagai macam bentuk. Semua bentuk obat mempunyai karakteristik dan tujuan tersendiri. Ada zat yang tidak stabil jika berada dalam sediaan tablet sehingga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat yang dimaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung. Semua diformulasikan khusus demi tercapainya efek terapi yang diinginkan. Ketikapun bagi kita yang berpraktek di apotek, maka perlu diperhatikan benar etiket obat yanbg dibuat. Misalnya tablet dengan kaplet itu berbeda, atau tablet yang harus dikunyah dulu (seperti obat maag golongan antasida), seharusnyalah etiket obat memuat instruksi yang singkat namun benar dan jelas. Jangan sampai pasien menjadi bingung dengan petunjuk etiket obat. Oleh karena itu penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui bentuk sediaan obat.
1. Pulvis (serbuk)
Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.

2. Pulveres
Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.

3. Tablet (compressi)
Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
a. Tablet kempa
paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung desain cetakan.
b. Tablet cetak
Dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan
c. Tablet trikurat
tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. sudah jarang ditemukan
d. Tablet hipodermik
Dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
e. Tablet sublingual
dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakan tablet di bawah lidah.
f. Tablet bukal
Digunakan dengan meletakan diantara pipi dan gusi
g. tablet Effervescent
Tablet larut dalam air. harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab.
Pada etiket tertulis "tidak untuk langsung ditelan"
h. Tablet kunyah
Cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak dirongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.

4. Pil (pilulae)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.

5. Kapsul (capsule)

Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sediaan kapsul adalah :
a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak
b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
c. Lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan)
d. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
e. Mudah ditelan

6. Kaplet (kapsul tablet)
Merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.

7. larutan (solutiones)
Merupakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya,cara peracikan, atau penggunaannya,tidak dimasukan dalam golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).

8. Suspensi (suspensiones)
Merupakan sedian cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga termasuk susu/magma),suspensi topikal (penggunaan pada kulit) suspensi tetes telinga (telinga bagian luar),suspensi optalmik,suspensi sirup kering.

9. Emulsi (elmusiones)
Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.

10. Galenik
Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.

11. Ekstrak (extractum)
Merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan zat pelarut yang sesuai.kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.

12.Infusa
Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.

13.Imunoserum (immunosera)
Merupakan sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular0 dan mengikut kuman/virus/antigen.

14. Salep (unguenta)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.

15. Suppositoria

Merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra,umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan adalah :
a. Penggunaan lokal -> memudahkan defekasi serta mengobati gatal,iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
b. Penggunaan sistematik -> aminofilin dan teofilin untuk asma,klorpromazin untuk anti muntah,kloral hidrat untuk sedatif dan hipnitif,aspirin untuk analgesik antipiretik.

16. Obat tetes (guttae)
Merupakan sediaan cair berupa larutan,emulsi atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan farmakope indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain : guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).

17. Injeksi (injectiones)
Merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.

Kisah Buah Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.
“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” Jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.

Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah terkadang cara kita memperlakukan orang tua kita.

Diatas langit Masih Ada Langit

Budi, seorang anak laki-laki SD kelas 3 baru aja terpilih sebagai pembaca terbaik dikelas dan mendapat medali penghargaan. Merasa paling hebat, lantas Budi ingin ngasih tau pembantu rumahnya, “Bibi, coba lihat, jika mau bibi bisa membaca sebaik saya”. Si Bibi ngambil buku yang disodorkan Budi, memandangnya dengan raut wajah bingung, lalu ngomong dengan terbata-bata, “Nak Budi, saya tidak bisa membaca.”

Budi makin ngerasa paling keren. Layaknya burung merak, Budi lari ke ruang keluarga dan bilang ke ayahnya, “Yah, masa bibi tidak bisa membaca. Saya saja yang baru berumur 8 tahun sudah dapat medali untuk kehebatan membaca. Bagaimana sih rasanya memandang buku tapi tidak bisa membacanya?.”

Tanpa banyak omong, sang ayah beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Budi ke tempat rak buku. Ayah mengambil sebuah buku lalu ngasih ke Budi. Setelah membuka buku itu, Budi cuman bisa melongo ngeliat tulisan asing yang tertulis di setiap lembat buku itu. Dia nggak ngerti dan nggak bisa membaca satu patah katapun. Karena Buku itu ditulis dalam bahasa Jerman. Ngeliat anaknya bingung, dengan bijak ayahnya bilang, “seperti itulah perasaan Bibi”. Ehm… dalem banget tuh!

Pren, nggak ada pantasnya kita sebagai manusia bersikap sombong bin angkuh van tinggi hati. Orang bilang, di atas langit masih ada langit. Selain dosa, sombong bisa datengin banyak musuh. Makanya Rasul saw ngingetin kita,

Senin, 19 Januari 2009

Berat Lahir Tentukan IQ Anak

Berat Lahir Tentukan Kecerdasan Anak



Berat Lahir Tentukan Kecerdasan Anak
Gizi.net - Rata-rata perbedaan IQ dari bayi yang berat lahirnya kurang dari 2,5 kilogram dengan bayi yang lahirnya 4 kilogram mencapai 10 angka.

NEW YORK – Penelitian yang dilakukan Center for Urban Epidemiologic Studies New York, Amerika Serikat, menemukan adanya hubungan antara berat lahir bayi dengan tingkat kecerdasan (IQ) si bayi yang diukur tujuh tahun kemudian.

Ada 3.484 bayi yang diteliti. Semuanya lahir antara tahun 1959 dan 1966. Berat lahir-bayi ini bervariasi antara 1,5 kilogram sampai empat kilogram.

Sayangnya tak dijelaskan mengapa mereka mengambil data responden yang lahir puluhan tahun lalu. Ada dugaan bahwa ini menyangkut kelengkapan data, terutama bayi dengan berat badan sampai empat kilogram. Tapi bagaimanapun ini adalah penelitian terbaru yang belum lama ini dimuat dalam salah satu jurnal kesehatan disana.

Hasilnya, pada umumnya bayi-bayi dengan berat lebih tinggi memiliki IQ yang lebih besar. Bahkan rata-rata perbedaan angka IQ dari bayi yang berat lahirnya kurang dari 2,5 kilogram dengan bayi yang lahirnya 4 kilogram mencapai 10 angka.

Memang, bila dilihat secara individu perbedaan tingkat kecerdasan ini tidak akan begitu terlihat. Tapi bila sampai pada level polulasi, kata para peneliti tersebut, akan menjadi masalah besar.

Bila dianalisis lebih lanjut, berat badan ini akan berhubungan erat dengan gizi yang diberikan kepada janin. Sementara gizi itu sendiri akan ditentukan oleh nutrisi yang diterima janin selama berada dalam kandungan.

Dijelaskan oleh para peneliti bahwa bayi dengan berat lebih disebabkan masukan nutrisi yang lebih baik saat mereka masih berada dalam rahim ibu. Padahal pada tahapan inilah janin mengalami masa-masa yang paling penting dalam perkembangan sel-sel otaknya.

Penelitian ini sejalan juga dengan penelitian lain yang menyimpulkan hal yang sebaliknya. Menurut penelitian tersebut bayi yang lahir di bawah berat normal akan mengalami perkembangan mental yang lebih rendah dibandingkan bayi yang lahir dengan berat normal atau lebih. Berkaitan dengan ini, bayi yang lahir prematur memiliki risiko yang lebih besar untuk lahir dengan berat badan di bawah normal.

Selain penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini, ada pula penelitian sejenis yang dilakukan di Denmark. Dengan metoda yang sama para pakar di negara ini meneliti kaitan antara berat lahir bayi dengan peningkatan IQ-nya. Hanya saja berat bayi yang diukur sampai 4,2 kilogram. Hasilnya pun sama, bahwa terdapat hubungan yang linier antara berat bayi dan tingkat kecerdasan.

Memang, selama ini penelitian baru sebatas perbandingan data-data. Belum ada bukti-bukti kuat yang bisa membenarkan pernyataan itu. Namun, menurut para peneliti dari Pusat Studi Epidemiologi Amerika Serikat ini, dugaan dari penelitian tersebut sudah cukup menjelaskan bahwa asupan nutrisi bagi janin selama awal-awal kehamilan adalah saat yang sangat vital untuk perkembangan sel-sel otak.

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan 30 persen dari sekitar 3,5 juta bayi di Indonesia lahir dengan berat kurang dari 2 kg. Data tersebut diambil untuk kurun waktu 1998 hingga 1999. Bisa dibayangkan ini artinya sekitar satu juta lebih bayi lahir dengan berat sangat kurang.• bbo/mag/mal

Liga Champion Asia

January 9, 2009

lcaWakil Indonesia di Liga Champions Asia (LCA) Sriwijaya FC berada di grup F atau grup neraka. Di grup tersebut bercokol tim asal Jepang Gamba Osaka yang menjadi juara 3 Piala Dunia antarklub, FC Seoul dari Korea selatan dan Shandong Luneng dari Cina. Semua lawan berat, sehingga Sriwijaya FC hanya disebut sebagai tim Underdog. Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan malh merasa senang jika timnya di anggap Underdog, karena itu akan membuat anak asuhnya tidak terbebani dan bisa bemain lepas.

Laga yang akan dihelat tanggal 10 maret mendatang diikuti oleh 32 tim dan meperebutkan hadiah uang 1,5 juta dollar AS bagi tim juara dan 750.000 dollar AS untuk tim runner-up. Berikut jadwal pertandingan Sriwijaya FC :

10 Maret 2009: Sriwijaya FC vs FC Seoul
17 Maret 2009: FC Shandong Luneng vs Sriwijaya FC
8 April 2009: Gamba Osaka vs Sriwijaya FC
21 April 2009: Sriwijaya FC vs Gamba Osaka
6 Mei 2009: FC Seoul vs Sriwijaya FC
20 Mei 2009: Sriwijaya FC vs FC Shandong Luneng

Hasil Undian Pembagian Grup Liga Champions Asia 2009

Grup A

Al Hilal (Arab Saudi)
Pakhtakor (Uzbekistan)
Al Ahli (UEA)
Saba Battery (Iran)

Grup B
Persepolis (Iran)
Al Shabab (Arab Saudi)
Al Gharafa (Qatar)
Juara play-off 1

Grup C
Al Jazira (UEA)
Esteghlal (Iran)
Al Ittihad (Arab Saudi)
Umm Salal (Qatar)

Grup D
Bunyodkor (Uzbekistan)
Al Shabab (UEA)
Sepahan (Iran)
Al Ettifaq (Arab Saudi)

Grup E
Ulsan Hyundai (Korsel)
Newcastle Jets (Australia)
Beijing Guoan (China)
Nagoya Grampus (Jepang)

Grup F
Gamba Osaka (Jepang)
FC Seoul (Korsel)
Sriwijaya FC (Indonesia)
Shandong Luneng (China)

Grup G
Shanghai Shenhua (China)
Kashima Antlers (Jepang)
Suwon Bluewings (Korsel)
Juara play-off 2

Grup H
Central Coast Mariners (Australia)
Tianjin Teda (China)
Kawasaki Frontale (Jepang)
Pohang Steelers (Korsel)